Loading...

2 Atlet Kulit Hitam ‘Mengangkat Tangan Bersarung Hitam’ & Tercatat Di Sejarah Dunia, Namun Apa Yg Dilakukan Atlet Kulit Putih Ini Buat Jutaan Orang Nangis !!!

| October 25, 2017 | 1 Comment

2 Atlet Kulit Hitam ‘Mengangkat Tangan Bersarung Hitam’ & Tercatat Di Sejarah Dunia, Namun Apa Yg Dilakukan Atlet Kulit Putih Ini Buat Jutaan Orang Nangis !!! | SIAKAP KELL – Pada puncak sambutan sukan olimpik, sudah pasti banyak momen klasik yang berlaku yang membuat kita tidak boleh melupakannya begitu saja.

 

Samalah halnya dengan foto yang diambil pada tahun 1968 ini, telah terjadi perkara yang begitu menberi kesan disebalik meraih medal emas dan gangsa ini.

Ketika itu, hak-hak rakyat yang berkulit hitam masih tergolong dalam golongan rendah, dan dipendekkan cerita, kedua pemenang itu memperjuangkan hak-hak para masyarakat yang berkulit hitam.

Loading...

Kerana momen ini terjadi saat acara sukan perayaan olimpik, maka begitu menarik minat ramai orang, termasuk media massa.

Kedua atlet tersebut adalah Tommie Smith dan John Carlos yang meraih pingat emas dan gangsa dalam pertandingan lari 200 meter.

Saat acara penyerahan medal, kedua atlet ini mengakhirinya dengan mengangkat kepalan tangan mereka ke atas, yang mana kepalan tangan tersebut sudah bersarungkan sarung tangan berwarna hitam.

Ini merupakan salah satu tindakan hormat mereka atas rakyat berkulit hitam dan juga tanda agar tidak lagi ada perbezaan antara orang kulit hitam dan kulit putih.

Namun tindakan ini akhirnya membangkitkan banyak kecaman dari orang awam. Mereka berdua pun segera dihantar pulang oleh para kritikus berkulit putih.

Dan di foto ini juga terdapat Peter Norman yang menduduki tempat kedua pada perlumbaan tersebut. Walaupun dia tidak melakukan aksi seperti yang dilakukan kedua atlet Afrika-Amerika tersebut.

Namun apa yang dilakukannya di atas podium juga mendapatkan serangan dari banyak pihak, yang akhirnya mengharuskannya segera dibawa pulang ke negara asalnya.

Selain sarung tangan hitam yang digunakan kedua atlet tersebut, ternyata mereka juga menggunakan atribute yang menunjukkan rasa keadilan atas semua masyarakat. Tanda ini mendukung berlanjutnya sikap rasis antar sesama mereka.

Norman setuju untuk ikut menggunakan atribute tersebut, dengan alasan ingin menjaga persahabatan antara mereka.

Walaupun mendapat banyak kecaman, namun ada juga seorang pengarang dari bidang pendidikan, Bruce Kidd menyatakan bahawa dia bangga dengan apa yang dilakukan Norman saat itu.

Setelah kejadian itu, media melaporkan bahawa Norman keluar dari kumpulan Australia pada tahun 1972 dan tidak lagi mengikuti Olimpik ataupun Sydney Games yang sebenarnya sangat sesuai untuknya.

Saat beliau meninggal dunia pada tahun 2006, kerana serangan jantung di usia yang ke-64, Carlos dan Smith hadir dihari acara pemakamannya dan mereka berdua turut ikut mengangkat keranda Norman.

Norman tidak pernah menyesal atas apa yang pernah dilakukannya pada tahun 1968 itu. Pada tahun 2012, 6 tahun setelah beliau meninggal dunia, Australia meminta maaf kepada Norman yang disampaikan oleh salah seorang parlemen negara.

Apa yang pernah dilakukan Norman adalah tindakan seorang pahlawan dan ini menunjukan sikap kepeduliannya atas perbezaan hak yang terjadi selama ini.

Di hari Australia meminta maaf kepada Norman, Carlos mengeluarkan pernyataan, “Norman telah disakiti dengan cara bagaimana Australia memperlakukannya selama ini dan dia tidak pernah pulih dari rasa sakit itu.”

Carlos berkata seperti ini pada wawancara beberapa tahun lalu, Carlos juga sempat berkata, “Kami hanya mendapat kecaman atas apa yang pernah kami lakukan, namun Peter harus menghadapi seluruh negara yang melawannya dan harus berjuang sendirian.”

Sumber : looker

Loading...

PALING POPULAR BULAN INI .. JOM BACA !!

Tags: , , , ,

Category: Kisah Sukan

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *